Mengenal Investasi Crypto di Tahun 2019
Gak Gaptek Info Tek

Mengenal Investasi Crypto di Tahun 2019

Sebelum tulisan ini dimulai harap diingat bahwa “perdagangan cryptocurrency merupakan investasi dengan resiko yang sangat tinggi”. “Dulu lihat orang dapat earning di internet US$ 2.000 udah bilang wow. Sekarang bisa US$ 20.000-an ternyata biasa aja. Masih banyak yang jauh lebih besar dapetnya di luaran sana. Hihihi. Ya memang, hampir sebagian orang di penjuru dunia ini lagi getol-getolnya ngomongin cryptocurrency, dan di awal tahun 2019 ini market mata uang digital sedang lemas mengikuti mata uang konvensional dari berbagai negara. “Makhluk” anyar yang lahir tahun 2000-an ini bikin banyak orang mendadak kaya. Tapi ada juga yang tiba-tiba jadi apes lho.

Jadi sebelum nafsu ikut-ikutan beli Bitcoin, lebih baik pahami dulu soal apa itu cryptocurrency dan bagaimana cara kerjanya. Cryptocurrency adalah mata uang digital yang dibuat menggunakan konsep kriptografi. Konsep ini sempat populer saat Perang Dunia II, terutama di Jerman yang saat itu menggunakan konsep ini buat kode-kode rahasia melawan musuh.

Kriptografi dikembangkan buat kegiatan pertukaran informasi dan keuangan secara online. Dengan demikian, cryptocurrency menjadi mata uang yang gak bisa dipalsukan karena kode keamanannya cukup canggih. Cryptocurrency ini merupakan dua kata gabungan dari cryptography yang berarti kode rahasia dan currency yang berarti mata uang. Kehadiran cryptocurrency kini mulai merambah hingga ke seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia. Saat ini sudah ada sekitar 500-an jenis cryptocurrency yang beredar. Kehadiran mata uang digital ini perlahan disambut oleh para pemburu cuan.

Nah, salah satu jenis cryptocurrency yang paling banyak dikenal dan diminati saat ini adalah Bitcoin. Mata uang ini dikembangkan oleh orang Jepang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto pada 2009. Sekarang, nilai kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar Rp 3.357 triliun (per 4 Januari 2019). Selain Bitcoin, cryptocurrency lain yang udah banyak diminati juga antara lain Ripple dengan kapitalisasi pasar Rp 1.879 triliun, Ethereum Rp 1.248 triliun, Cardano Rp 429 triliun, dan banyak lagi.

Nama-nama di atas sering disebut sebagai Altcoin atau sebutan cryptocurrency selain Bitcoin. Ini jumlahnya makin banyak di seluruh dunia lho, termasuk di Indonesia. Jadi selain beli Bitcoin, kamu juga sebenarnya punya pilihan untuk beli cryptocurrency lainnya. Tapi yang harus diketahui, mata uang digital dengan mata uang konvensional tentu berbeda. Jika mata uang konvensional diatur oleh bank sentral, maka mata uang digital sifatnya tersebar. Gak ada orang atau siapapun yang mengontrolnya. Naik turunnya nilai mata uang hanya bergantung dari supply dan demand. Inilah yang membuat risiko investasi cryptocurrency tergolong tinggi.

Sekarang dengan 100.000,- rupiah kita bisa membeli aset digital di market indonesia seperti Indodax dan Luno. Walaupun di awal tahun 2019 market tergolong lesu, namun investasi mata uang digital ini bisa untuk menjadi pertimbangan anda semua.  Sudahkah anda siap dengan investasi crypto??

 

Gambar:kabar coin

Post Comment