Corat-Coret Konsep Pola Pikir Lama
Sorotan

Corat-Coret Konsep Pola Pikir Lama

Masih hangat dalam benak kita berbagai macam peristiwa sejak zaman kerajaan-kerajaan nusantara sampai sekarang dimana Indonesia telah merdeka, yang telah banyak menelan korban. Berbagai peristiwa yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu, sebut saja “bara itu masih di antara kita”. Kita lupa bahwa Indonesia telah berdiri dan akan terus berdiri dengan pondasi yang telah di tanamkan oleh nenek moyang kita sejak dulu, jadi teringat dengan steatment seseorang yang mengatakan bahwa indonesia akan bubar di tahun 2030.

Mungkin kalau saya yang mengatakan indonesia akan bubar di tahun 2030 akan banyak yang menertawai saya, tetapi jika sosok orang yang mengatakan itu merupakan orang yang selalu di perhatikan bicaranya oleh khalayak ramai tentu itu akan menjadi penting. Bangsa kita berdiri dan bersatu dalam banyak sekali perbedaan bukanlah hal yang mudah, saya sendiri masih terkagum-kagum bagaimana bisa nenek moyang kita dahulu di zaman dan era yang belum berkembangnya teknologi dan informasi bisa mempersatukan nusantara, dengan berbagai macam perbedaan budayanya saat itu.

Ingat bagaimana saat-saat kolonialisme melanda negri kita, di saat masa-masa kritis itu dan dimana bangsa kita bersatu dengan satu perjuangan untuk “Merdeka”. Logika yang terbalik ketika dimana saat bangsa kita merdeka justru banyak sekali rasa frustasi dalam menatap harapan yang baik untuk masa depan kita. Saya tidak akan bilang bangsa kita di susupi asing yang banyak mempengaruhi jalan kita menuju indonesia merdeka, bukankah sudah seharusnya itu menjadi keharusan bangsa ini untuk ditempa dan diuji terus-menerus untuk menjadi kuat dan sejahtera.

Empu Tantular lewat konsep pikiran “Bhineka Tunggal Ika” merupakan pondasi yang luar biasa untuk bangsa kita terus berkembang sampai masa depan. Bukankah nusantara lama berdiri dengan menjajah dan mempersatukan berbagai macam perbedaan suku dan budaya serta perbedaan lainnya, bukankah Indonesia berdiri karna kita dijajah dan bersatu dengan berbagai macam perbedaan di antara kita. Sekarang banyak sekali diantara kita yang merasa dijajah antar saudara kita sendiri bahkan, Apakah bangsa kita harus kembali menelan banyak korban untuk kemudian bersatu?,

Bukan dia yang mempengaruhi, bukan mereka yang mengiming-imingi, tapi bagaimana kita terus bertahan, belajar, dan berkembang maju untuk impian yang akan di teruskan oleh generasi penerus kita.

Dan sekarang lagi-lagi terpintas di pikiranku membayangkan bagaimana empu Tantular bisa belajar dan menanamkan pondasinya yang dapat bertahan dengan berbagai macam gempuran zaman. Pertanyaan yang terakhir, siapakah guru Empu Tantular?? Hehehe…

 

Sekian

Post Comment