5 Pemikiran dan Wejangan dari Budaya Jawa yang Luar Biasa
Falsafah dan Budaya

5 Pemikiran dan Wejangan dari Budaya Jawa yang Luar Biasa

Nguri-uri tunggak lan jati – Budaya Jawi.

Kearifan lokal dan budaya Indonesia itu memiliki berbagai wejangan atau petuah yang sangat baik bagi diri dan bahkan bagi tatanan kehidupan. Dengan ini kita akan membahas 4 wejangan atau falsafah yang luhur bagi kehidupan.

Untuk yang pertama ada sebuah wejangan dalam bahasa Jawa yang berbunyi “Lampah kulo tansah anglampahi dados kawulaning sesami tansah anglampahi dados muriding agesang, wajib liyang gesang sinau anglaras batos saha raos”  yang memiliki arti dalam bahasa indonesianya: tingkah laku saya selalu mengerjakan menjadi abdi sesama, selalu mengerjakan menjadi sesama hidup, wajiblah orang hidup belajar merenungkan batin dan perasaan

Untuk yang ke dua : “Nulung pepadane, ora nganggo mikir . wayah, waduk, kantong. Yen ana isi lumuntur marang sesame” yang dalam bahasa Indonesianya berarti: Menolong sesama manusia tanpa mengingat waktu, perut dan saku. Jika saku berisi segera mengalir kepada sesama.

Untuk yang ketiga ” Ngawulo dating kawulaninng Gusti lan memayu ayuning urip, tanpo pamrih tanpo ajrih, jejeg, mantep mawi pasrah Sebab paying kulo GUSTI kuloa, temeng kula inggih GUSTI kula” yang dalam bahasa Indonesainya memiliki arti: Mengabdi kepada hamba TUHAN , dan menyempurnakan kebahagiaan hidup ,tanpa pamriih, tanpa takut, tegak-mantab dengan penyerahan. Sebab payung saya Tuhan saya, perisai saya ya Tuhan saya.

Untuk yang ke empat ada wejangan yang berbunyi “Sugih tanpo banda Digdaya tanpo aji. Anglurug, tanpo bolo, tanpo gaman. Ambedah, tanpo perang, tanpo pedang. Menang , tanpo mejahi, tanpo nyakiti. Tanpo ngasoraken. Wenang tan ngrusak ayu , tan ngrusak adil Yen unggul , sujud bekti marang sesami”. Dalam bahasa Indonesianya memiliki arti: Kaya tanpa harta, kuat tanpa azimat.Menyerang tanpa bala tentara, tanpa senjata, tanpa perang, , tanpa pedang, Menang tanpa membunuh tanpa menyakiti, tanpa merendahkan. Berkuasa tidak merusak kebaikan ,tidak merusak keadilan.Jika unggul berbakti kepada sesame manusia.

Sedangkan wejangan yang ke lima adalah ” Sinahu melu susah, melu sakit. Tegesipun : sinau ngudi raos lan batos.Sinau ngudi kamanungsan Ganjarane ayu lan arume sesame”. Dalam bahasa Indonesianya berarti: Belajar ikut merasakan susah, ikut merasakan sakit. Artinya belajar menyempurnakan perikemanusiaan. Pahalanya kebaikan dan keharuman sesama manusia.

 

Post Comment